Pelajaran yang Saya Dapatkan dari Liburan di Bandung

Akhir Januari lalu, saya bersama rombongan kantor ke Kota Bandung dalam rangka berkunjung ke dua kampus dan sambil berlibur. Karena di kantor kami banyak berinteraksi dengan mahasiswa, pegawai, dosen, data, sistem dan lain-lain saya pikir ini merupakan hal yang baik untuk merilekskan pikiran dan tenaga.

Saya hanya akan menceritakan bagian berliburnya saja di tulisan ini dan ada beberapa hal yang saya dapatkan sebagai pembelajaran ketika ingin berlibur sendiri di tempat-tempat lain. Pertama kali saya pergi keluar kota adalah waktu tur sekolah kelas dua SMA. Kedua, berlanjut pada saat sebelum kuliah semester empat. Ketiga, saat mengikuti ajang bootcamp web developer Indonesia di Yogyakarta.

Waktu SMA dan kuliah, jujur saya tidak begitu memperhatikan soal uang, barang dan situasi di setiap kota seperti apa. Yang penting liburan dan ada teman-teman yang ikut. Saat di Yogya saya jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit, semenjak kejadian ini saya sempat trauma dan mulai canggung ketika ingin pergi ke luar pulau. Pelan-pelan saya berusaha meyakinkan diri dan mengenal batasan diri sampai sejauh mana bisanya.

Di kota Bandung sendiri saya berlibur selama tiga hari dua malam. Salah satu yang berkesan adalah menunggang kuda di Gunung Tangkuban Perahu. Maaf, saya belum pernah menunggang kuda sebelumnya jadi saya manfaatkan kesempatan ini. 😄

Saya sempat membeli tiga pasang baju yang sama (kalian pasti pernah baca atau dengar kebiasaan Zuck berpakaian sama setiap harinya) dan tiga buah jaket (karena rata-rata jaketnya berbau programmer). Ada yang saya sesali tentunya salah satunya membeli tiga jaket tadi, mestinya cukup satu saja. Mengapa? Karena sesak di koper. Yang saya sesali berikutnya adalah kemampuan menawar saya payah saat membeli dua jaket. 🤦🏻‍♂️

Lantas dari sini saya merangkum pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan

Lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli. 🤪 Kata tour guide saya waktu berlibur di Bandung.

  • Cukup beli barang-barang yang benar-benar butuh.

  • Bawa uang tunai secukupnya maksimal 1 juta. Kenapa? Biar tidak boros.

  • Kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah menawar barang sampai potongan harga 50 ribu sesuai dengan jenis barang yang kita cari dan harga barang yang dipasang (khusus di Pasar Bandung).

  • Melihat interaksi masyarakat dan logat mereka.

Wahana-wahana yang belum sempat dicoba:

  1. Kong Climb (Trans Studio Bandung)
  2. Naik perahu di Floating Market, Bandung

Dari sini pula saya mulai menyadari ada beberapa tempat yang memiliki spot menarik dan saya mendokumentasikannya. Tetapi, kualitas kamera handphone tidak begitu bagus. Dari sini saya mulai berpikir untuk mencari handphone dengan kualitas kamera yang lebih bagus. Saat ini hanya terpikir Google Pixel atau iPhone. Saya akan lihat nanti.