Pelajaran dari Migrasi Server website PHPBali

Beberapa minggu lalu, saya memutuskan membeli server untuk website komunitas phpbali.com. Sebelumnya website tersebut berada dalam server pribadi saya. Hanya saja, saya ingin terpisah dan memilah mana punya server pribadi dan mana server milik komunitas. Lebih tepatnya agar manajemennya lebih baik. Biaya yang dikeluarkan masih dari uang pribadi yang saya miliki. Terbersit pikiran saya agar biaya yang dikeluarkan tidak dari saya saja, tetapi dari komunitas.

Seperti ini rincian pengeluarannya:

# Biaya domain hosting phpbali.com (biaya per tahun) : Rp. 137.500
# Biaya bayar VPS phpbali.com (Digital ocean per bulan) : Rp. 70.796

# Total pengeluaran: Rp 208.296

Kemarin, saya memutuskan untuk memindahkan website phpbali ke server yang saya beli tersebut. Saya sempat tersesat dengan dokumentasi yang saya buat karena catatannya kurang lengkap. Butuh waktu 3 jam lebih untuk melakukan migrasi server. Mulai dari instalasi user, instalasi kebutuhan lingkungan server (php, nodejs, mariadb, nginx, certbot) dan tersesat karena panduan dokumentasi yang kurang lengkap. Setelah menyelesaikan permasalahan tersebut saya sudah memperbaharui dokumentasi tersebut.

Kemudian dari sini saya belajar bahwa sebaiknya cepat atau lambat harus menggunakan docker karena urusan instalasi kebutuhan lingkungan server cukup menyita waktu saya untuk melanjutkan belajar membuat todo di Vue.js.