Nilai-nilai dari It Doesn't Have To Be Crazy At Work

Intro

It doesn’t have to be crazy at work.

Tidak perlu menjadi gila dalam bekerja dan tidak perlu menjadi orang yang gila kerja.

Sebuah buku yang dirilis oleh Basecamp, sebuah perangkat lunak untuk menajemen proyek dan komunikasi tim. Saya membeli buku ini di Amazon dalam bentuk Kindle sekitar 2 - 3 dollar di pertengahan tahun 2019.

Saya tahu buku ini karena banyak dibahas oleh teman-teman perangkat lunak di media sosial dan beberapa di antara mereka kagum dengan Basecamp dari filosofi, kultur kerja dan lain-lainnya.

Setelah saya selesai membaca buku ini, saya kagum dengan isi-isi cerita di buku ini. Dari sini saya belajar bahwa Basecamp dirancang dan dipelihara oleh orang-orang yang peduli dengan etos kerja, mampu membagi prioritas dan lebih mementingkan efektivitas dibanding produktivitas.

Saya berpikir bahwa dengan menjadi orang produktif maka saya akan semakin giat beraktivitas dan menghasilkan sesuatu yang lebih banyak. Namun, ada di satu bab di buku ini yang menjelaskan bahwa menjadi efektif jauh lebih penting dibanding produktif.

Hal tersebut membuat saya merenung dan berkata:

Jangan-jangan selama ini konsep produktif yang aku agung-agungkan saat ini salah ya?

Eit, bentar dulu. Mari kita fokus ke judul tulisan ini Nilai-nilai dari It Doesn’t Have To Be Crazy At Work.

Nilai-nilai

Nilai-nilai ini ditujukan ke siapa?

Menurut saya ada dua:

  1. Pekerja yang ingin mencari perspektif cara kerja yang tidak gila.
  2. Pemberi kerja yang memiliki itikad baik untuk memanusiakan pekerja agar memperoleh pekerja yang lebih sehat, baik dan efektif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Saya hanya mengambil nilai-nilai dari buku ini yang menurut saya menarik untuk dibahas dan saya tidak yakin semua nilai-nilai yang dibahas di sini bisa dijadikan panutan dalam bekerja.

Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba salah satu nilai di bawah ini. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Efektif lebih besar daripada Produktif

Produktivitas itu untuk mesin dan bukan untuk manusia. Mesin dapat bekerja 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Sementara manusia tidak bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.

Manusia itu butuh istirahat dan bermalas-malasan coy!

Ketika orang-orang fokus pada produktivitas, mereka akhirnya fokus pada kesibukan. Mengisi setiap momen dengan melakukan sesuatu dan selalu ada banyak hal yang harus dilakukan!

Basecamp percaya pada efektivitias dibandingkan kesibukan.

Seberapa sedikit yang bisa kita lakukan?

Berapa banyak yang bisa kita hentikan?

Alih-alih menambahkan apa yang harus dilakukan, kita menambahkan apa yang tidak boleh dilakukan.

Menjadi produktif adalah tentang mengisi waktu kamu seperti mengisi jadwal kamu sampai penuh. Sedangkan menjadi efektif adalah tentang menemukan lebih banyak waktu kosong dan membuka hal lain selain bekerja.

Waktu luang, waktu untuk keluarga dan teman-teman atau waktu untuk tidak melakukan apa-apa.

Pernah main game Pokemon di emulator? Pasti ingat dengan kata effective dan super effective. 😁

It's super effective

Etos Kerja

Etos kerja yang baik bukanlah tentang bekerja kapan pun kamu dipanggil. Ini tentang melakukan apa yang kamu katakan akan kamu lakukan, melakukan pekerjaan yang adil, menghormati pekerjaan, menghormati pelanggan, menghormati rekan kerja, tidak membuang waktu, tidak membuat pekerjaan yang tidak perlu untuk orang lain, dan tidak menjadi hambatan.

Etos kerja adalah tentang menjadi orang yang pada dasarnya baik yang dapat diandalkan dan dinikmati orang lain.

FOMO? JOMO!

FOMO. The Fear Of Missing Out alias takut ketinggalan sesuatu. Sebuah penderitaan yang mendorong pemeriksaan pada linimasa media sosial dan berita. Tidak jarang orang mengambil ponsel mereka puluhan kali sehari ketika beberapa pemberitahuan datang dan berdengung, karena BAGAIMANA JIKA ITU ADALAH SESUATU YANG PENTING! (Hampir tidak pernah ada.).

Orang-orang harus ketinggalan! Harus!

Kebanyakan orang harus melewatkan banyak hal di setiap waktu. Hal inilah yang membuat Basecamp mendorong sesuatu yang bernama JOMO! The Joy Of Missing Out alias kegembiraan ketinggalan sesuatu.

Berani coba? 😏

JOMO memungkinkan kita mematikan api informasi, obrolan dan interupsi untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan dengan benar. JOMO-lah yang memungkinkan kita mengetahui apa yang terjadi hari ini sebagai email ringkasan tunggal untuk besok pagi daripada dengan umpan tetes-tetes sepanjang hari.

Kita Bukan Keluarga!

Perusahaan: “Kita semua adalah keluarga di sini.”

Basecamp: “Tidak, kami adalah rekan kerja.” Bukan berarti kami tidak peduli satu sama lain. Kami peduli dan kami membantu. Basecamp bukanlah “bayi kami”. Basecamp adalah produk kami.

Kapan pun eksekutif berbicara tentang bagaimana perusahaan mereka menjadi seperti keluarga besar, awas. Motif mereka lebih cenderung menjadi bentuk pengorbanan yang tidak terarah: kamu.

Perusahaan terbaik bukanlah keluarga. Mereka adalah pendukung keluarga, sekutu keluarga. Mereka di sana untuk menyediakan kesehatan, memenuhi lingkungan kerja sehingga ketika pekerja mematikan laptop di jam yang wajar adalah suami terbaik, istri terbaik, keluarga terbaik, saudara terbaik, dan anak terbaik.

Jangan Curangi Tidur

Tidur hanya untuk yang lemah! Pemain sejati hanya membutuhkan empat sampai lima jam! Pencapaian besar membutuhkan pengorbanan besar!

OMONG KOSONG.

Tidak ada gunanya menukar tidur dengan menambah beberapa jam ekstra di kantor. Itu tidak hanya membuatmu lelah, itu benar-benar akan membuatmu bodoh. Ilmu pengetahuan telah menjelaskan:

Kurang tidur terus-menerus dapat merusak kadar kecerdasan (IQ) dan melemahkan kreativitasmu. Kamu mungkin terlalu lelah menyadarinya, tetapi orang yang bekerja denganmu akan menyadarinya.

Namun, masih ada yang ingin terlihat heroik untuk mengorbankan diri, kesehatan dan bahkan melakukan pekerjaan hanya untuk membuktikan kesetiaan pada MISI.

Persetan dengan misi!

Tidak ada misi (dalam bisnis, bagaimanapun) yang layak untuk kesulitan pribadi yang begitu mengerikan.

Orang-orang yang kekurangan tidur tidak hanya kekurangan akal atau kreativitas, mereka juga kurang sabar, kurang paham dan kurang toleransi. Hal terkecil menjadi drama terbesar. Itu akan melukai rekan kerja sebanyak keluarga di rumah. Kekurangan tidur mengubah kecerdikan menjadi bajingan.

Sewa Pekerjaan, Bukan Ringkasan

Résumé = Ringkasan

Pada bagian ini, saya akan menyalin poin-poin yang menurut saya penting bagaimana cara Basecamp menyewa pekerja.

Pertama, kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan di Basecamp berdasarkan ringkasanmu. Daftar riwayat hidup mungkin juga dibuang ke tempat sampah. Kami sungguh tidak peduli di mana kamu sekolah, atau berapa tahun kamu sudah bekerja di industri, atau bahkan tentang tempat kamu baru saja bekerja. Apa yang kami pedulikan adalah siapa kamu dan apa yang bisa kamu lakukan.

Kami mencari kandidat-kandidat yang menarik dan berbeda dari orang-orang yang sudah kami miliki.

We don’t need 50 twenty something clones in hoodies with all of the same cultural references.

Ringkasan mungkin mencantumkan pekerjaan yang telah mereka lakukan, tetapi kita semua tahu bahwa itu berlebihan dan seringkali omong kosong. Di luar itu-bahkan jika ringkasan mereka benar-benar akurat-daftar pekerjaan bukanlah pekerjaan itu sendiri. Jangan hanya mengambil kata-kata mereka begitu saja. Ambil pekerjaan mereka untuk itu.

Di Basecamp, kami menempatkan proyek nyata di depan kandidat sehingga mereka dapat menunjukkan kepada kami apa yang dapat mereka lakukan.

Sebagai contoh, ketika kami memilih desainer baru, kami menyewa setiap finalis selama seminggu, membayar mereka 1500 dollar waktu itu, dan meminta mereka untuk mengerjakan proyek contoh untuk kami. Kemudian kami memiliki sesuatu untuk dievaluasi yang terbaru, nyata dan sepenuhnya milik mereka.

The idea here is that by focusing on the person and their work, we can avoid hiring an imaginary person.

Hati-hati 12 Hari dalam Seminggu

Kala itu, Basecamp biasa merilis perangkat lunak baru setiap hari Jum’at. Itu berarti mereka bekerja di akhir pekan untuk memperbaiki masalah mendesak dengan hal baru yang berakibat merusak akhir pekan bagi siapapun yang merilisnya.

Basecamp menganggap itu sebuah kebodohan karena mereka terus menetapkan tenggat waktu di akhir minggu. Akhirnya, Basecamp berkesimpulan bahwa hari Jum’at adalah hari terburuk untuk merilis apapun.

Pertama, kamu mungkin terburu-buru untuk menyelesaikannya dan bekerja di hari Jum’at cenderung membuat kamu sedikit ceroboh.

Kedua, Senin tidak datang setelah Jum’at. Sabtu dan Minggu datang setelah hari Jum’at. Jadi, jika terjadi sesuatu yang salah, kamu bekerja di akhir pekan.

Ketiga, jika kamu bekerja di akhir pekan, kamu tidak memiliki kesempatan untuk mengisi ulang tenagamu.

Pada dasarnya, kamu telah bekerja sepanjang minggu dan kamu dipaksa bekerja di akhir pekan. Senin berikutnya adalah hari kedelapan dalam minggu terakhir, bukan hari pertama minggu depan.

Ini berarti jika kamu terus bekerja selama minggu berikutnya, kamu bekerja 12 hari dalam seminggu.

Jadi, daripada meluncurkan pembaharuan besar perangkat lunak di hari Jum’at, sekarang Basecamp menunggu sampai hari Senin minggu berikutnya untuk melakukan hal tersebut.

Tentu ini akan memunculkan resiko lainnya - jika Basecamp membuat kesalahan besar maka kesalahan itu akan muncul di hari tersibuk dalam seminggu. Tapi, dengan hal ini membantu mereka untuk lebih baik dalam mempersiapkan rilis berikutnya.

Hal ini mendorong mereka untuk membawa jaminan kualitas lebih serius, sehingga mereka dapat mengatasi lebih banyak masalah sebelumnya.

Ketika ada lebih banyak yang dipertaruhkan, Anda cenderung mengukur dua kali, memotong sekali.

Tiba-tiba saya ingat dengan tweet dari Twitter Engineering yang mengharamkan merilis pembaharuan perangkat lunak di hari Jum’at.

Menguntungkan Siapa?

Pernah mendengar perusahaan-perusahaan yang menyediakan keuntungan termasuk ruang konsol permainan, bar camilan, makan siang dan malam chef kelas atas, kamar tidur siang, layanan laundry, dan bir gratis pada hari Jum’at? Sepertinya sangat murah hati, tetapi ada akibatnya: Kamu tidak bisa meninggalkan kantor.

Keuntungan-keuntungan mewah tersebut mengaburkan garis antara kerja dan bermain.

Di Basecamp, mereka tidak memiliki keuntungan-keuntungan mewah tersebut. Bukan hanya karena mereka tidak membutuhkan semua orang untuk hadir secara fisik ke kantor mereka untuk bekerja, tetapi karena mereka tidak menyediakan keuntungan-keuntungan tersebut.

Karena itulah Basecamp melihat keuntungan sebagai jalan untuk membantu orang-orang menjauh dari pekerjaan, menjalani hidup lebih sehat dan lebih menarik. Keuntungan-keuntungan tersebut sebenarnya adalah untuk pekerja, bukan perusahaan. Meskipun perusahaan juga jelas mendapat manfaat dari memiliki pekerja yang lebih sehat, lebih menarik, dan beristirahat dengan baik.

Aturan Perpustakaan

Kantor Basecamp di Chicago menganut pemahaman bahwa kantor mereka adalah perpustakaan dibandingkan kantor. Basecamp menyebutnya sebagai Aturan Perpustakaan.

Coba kamu jalan ke perpustakaan di manapun di dunia dan kamu akan menyadari hal yang sama: tenang (quiet) dan tenang (calm). Perpustakaan adalah tempat bagi orang-orang membaca, berpikir, belajar, fokus, dan bekerja. Lingkungan yang hening dan penuh hormat mencerminkan sebuah perpustakaan.

Bukankah kantor semestinya seperti itu?

8 Jam Cukup, 40 Jam Banyak

Bekerja 40 jam dalam seminggu itu banyak. Banyak waktu untuk melakukan pekerjaan hebat, banyak waktu untuk menjadi kompetitif, banyak waktu untuk menyelesaikan hal penting.

Jadi, begitulah waktu mereka bekerja di Basecamp. Tidak lebih. Kurang sering juga baik-baik saja. 40 jam dalam seminggu itu dibuat dari 8 jam sehari. Dan 8 jam itu sebenarnya sebuah waktu yang panjang.

Butuh waktu 8 jam untuk penerbangan langsung dari Chicago ke London.

Setiap hari kerjamu seperti penerbangan dari Chicago ke London. Tetapi, kenapa penerbangan lebih lama dibandingkan waktumu di kantor? Itu karena penerbangan tidak terputus, waktu terus menerus. Berasa lama karena memang lama!

Waktumu di kantor terasa singkat karena dipotong menjadi beberapa potongan kecil. Semua orang sebenarnya tidak punya waktu 8 jam kerja dalam sehari, mereka punya waktu beberapa jam. Sisanya di hari itu dipotong oleh rapat, panggilan konferensi, dan ganggulan lainnya.

Jika kamu tidak dapat menyesuaikan semua yang ingin kamu lakukan dalam 40 jam per minggu, kamu perlu menjadi lebih baik dalam memilih apa yang harus dilakukan, tidak bekerja lebih lama. Semua yang kita pikirkan untuk dilakukan, kita tidak lakukan semuanya. Itu adalah pilihan dan seringkali itu buruk.

Selamat Tinggal Yang Tenang

Di banyak perusahaan, ketika seseorang berpisah, semua yang kamu dapatkan adalah eufemisme yang samar-samar. “Hey, ada apa dengan Bob?” “Oh, Bob? Kita tidak bahas soal Bob lagi. Itu hanya waktu baginya untuk berpindah.”

Persetan dengan itu.

Ketika kamu tidak menyampaikan dengan jelas ke semua orang kenapa seseorang berpisah, orang-orang yang berada di perusahaan akan menjelaskan dengan cerita mereka. Cerita tersebut hampir dipastikan lebih buruk dibandingkan alasan sebenarnya.

Jika kamu ingin menghindari hal itu, kamu hanya harus jujur dan jelas dengan semuanya apa yang terjadi. Bahkan jika itu adalah hal yang berat. Itulah mengapa ketika seseorang meninggalkan Basecamp, pengumuman selamat tinggal segera dikirimkan ke seluruh perusahaan.

Orang yang berpisah kemudian dapat melihat semua tanggapan atas pengumuman ini dari semua orang di perusahaan sebelum hari berakhir. Tanggapan tersebut biasanya termasuk berbagi foto, kenangan dan cerita.

Mengucapkan selamat tinggal selalu sulit, tetapi tidak harus formal atau dingin. Kita tahu banyak hal berubah, keadaan mereka berubah, dan hal buruk terjadi.

Ketika seseorang mengundurkan diri untuk pekerjaan lain, keseluruhan cerita biasanya dibagikan oleh orang yang pergi. Tetapi, ketika seseorang berpisah, Basecamp sering harus mengklarifikasi setelah mereka pergi. Ini penting bahwa alasannya jelas dan tidak ada pertanyaan yang belum terjawab.

Begitulah bagaimana kamu memiliki perpisahan yang tenang.

Jika konten ini bermanfaat, silakan: