Menulis Untuk Dibayar atau Tidak Dibayar?

Ketertarikan saya di dunia menulis terjadi sejak saya kuliah semester 5 dan saat itu CodePolitan membuka kesempatan kepada penggunanya untuk membuat tulisan dan dipublikasikan ke halaman CodePolitan. Tulisan pertama saya di CodePolitan tidak begitu bagus menurut saya namun seiring berjalan waktu saya melihat tulisan saya semakin lebih baik.

Gara-gara tulisan saya yang membahas tentang Google Developer Expert di Indonesia yang dimuat di CodePolitan, tak lama kemudian Chromplex meminta ijin kepada saya untuk dimuat ulang di web mereka dan tentunya saya bersedia. Saya pribadi senang ketika tulisan saya diterima dan disambut oleh banyak orang dan mendapat relasi serta teman baru yang sama-sama di dunia pemrograman.

Setelah saya lulus kuliah, CodePolitan menawari saya (kalau tidak salah) untuk menulis artikel seputar hal-hal teknis pemrograman dan saya mendapat bayaran per tulisan tersebut. Namun, entah karena saya atau CodePolitan lupa menindaklanjuti akhirnya batal. Di sisi lain, saat itu saya sedang training di bidang pariwisata yang 180 derajat berbanding terbalik dengan bidang yang saya pelajari di bangku kuliah (Manajemen Informatika).

Di tahun 2018 dan sekarang saya masih berusaha aktif menulis baik itu hal-hal teknis maupun non teknis. Di tahun ini saya mendapat tawaran lagi untuk menulis dan dibayar tetapi isi pembahasan pihak yang membayar yang menentukan serta diberikan tenggat waktu untuk pengerjaannya. Kemudian, apabila tulisan saya salah di kemudian hari saya bisa saja dituntut oleh orang yang membaca tulisan saya. Dari situlah, saya mulai pikir-pikir untuk menghindari tawaran seperti ini.

Saya justru lebih senang untuk menulis sesuka hati saya dan tidak ingin terikat serta bersyukur kalau tulisan yang saya buat dengan keinginan saya sendiri dibayar. Tapi, menurut saya lebih penting kalau tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Bagaimana dengan kamu?