Kilas balik perkembangan komunitas programmer di Bali tahun 2018

Sudah dua tahun semenjak saya mulai aktif di komunitas programmer Bali yang diawali dengan hadir ke acara meetup offline BaliJS di tahun 2016. Dari hal ini pula saya mendapat teman-teman yang aktif di komunitas dan punya niat berbagi ilmu yang mereka peroleh serta tak jarang saya bisa bertemu dengan pembicara-pembicara yang bekerja di startup-startup yang kita kenal di Indonesia. Hingga saat ini saya membantu empat komunitas baik sebagai co-organizer maupun volunteer mulai dari BaliJS, GDGBali, Facebook Dev. C Bali dan PHPBali.

Di tanggal 15 Desember kemarin, Facebook Dev. C Bali mengadakan kegiatan yang membahas tentang kilas balik perkembangan komunitas programmer di Bali, kendala dan saran yang bisa dilakukan ke depannya. Mereka mengundang para lead dan volunteer yang berkontribusi di komunitas, dosen dan pelaku startup.

Banyak ide disampaikan, namun dari hal itu saya mendapat tiga poin yang menurut saya penting.

  • Memperkenalkan komunitas ke instansi pendidikan

Saat ini komunitas kami hanya berpusat mengadakan kegiatan di instansi pendidikan yang berlokasi di daerah Denpasar (kota) dan Badung. Mungkin hal ini menjadi momok bagi beberapa orang yang merasa menaruh kata “Bali” di nama komunitas mereka. Karena Bali sendiri tidak hanya Denpasar (kota) dan Badung saja, masih ada 7 kabupaten yang bisa digali untuk memperkenalkan komunitas pemrograman di Bali. Hanya saja butuh biaya, tenaga dan waktu luang bagi kami untuk melakukan hal ini. Rata-rata pengurus dan relawan kami berasal dari pelajar dan pekerja serta kesibukan masing-masing yang menyebabkan hal ini masih belum bisa kami lakukan.

Namun, kami bersyukur sudah ada beberapa orang yang rela datang ke acara komunitas kami walaupun mereka tidak berlokasi di daerah Denpasar dan Badung. Hal ini bisa menjadi penutup dari kendala kami di atas. Selain itu, kami belum mengunjungi beberapa instansi pendidikan yang kami kenal di daerah Denpasar dan Badung. Bagi teman-teman yang membaca tulisan ini dan ingin sekolah atau perguruan tingginya dikunjungi oleh komunitas kami silahkan hubungi komunitas kami di grup-grup yang sudah disedikan. Kami berharap bisa berkunjung ke tempat kalian.

Lantas dalam bentuk apa kami memperkenalkan komunitas kami? Bisa saja dalam bentuk meetup atau workshop dan kemungkinan besar kami akan mengambil jadwal hari libur (Sabtu atau Minggu di pagi hari) atau setelah kegiatan akademik selesai (di sore hari atau malam hari). Inipun tergantung pada kesepakatan dua belah pihak. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa lebih dari satu komunitas datang ke tempat kalian dalam waktu yang bersamaan.

Menurut pandangan saya pribadi, komunitas programmer didirikan untuk menjadi wadah untuk teman-teman kenal satu sama lain, tanya jawab dan menjadi tempat untuk mengenalkan teknologi-teknologi yang dipakai di dunia industri namun tidak diajarkan di dunia pendidikan.

  • Memperbanyak jumlah dev. Perempuan dalam berkomunitas

Dari poin pertama ini, saya berharap jumlah developer perempuan bisa bertambah dalam komunitas. Di Bali, jumlah perempuan yang aktif dalam berkomunitas masih bisa dihitung pakai jari.

  • Menambah jumlah volunteer (relawan) untuk regenerasi pengurus komunitas

Berlanjut dari poin pertama ini pula, saya yakin jumlah anggota di komunitas bertambah dan kami bisa mencari anggota yang mau berkontribusi di komunitas sebagai volunteer untuk regenerasi pengurus komunitas.

Tidak selamanya saya bisa aktif dalam dunia komunitas baik sebagai pengurus komunitas dan relawan komunitas. Ini juga merupakan kesempatan bagi generasi selanjutnya untuk belajar berorganisasi dan mengurus komunitas serta melatih soft skill mereka.

Komunitas lainnya? - Gamedev Bali - DSI (Data Science Indonesia) Bali - Bali Gophers (belajar Golang) - Bali Blockchain

Inspirasi tambahan? Silahkan baca cuitan dari mas Gio di sini dan artikel dari mas Haidar tentang kualitas adalah sebab dari kuantitas