Halo web baru

Web ini saya buat untuk tujuan menjelaskan hal-hal teknis seputar web atau teknologi yang sedang saya pelajari agar tidak lupa. Seperti pepatah “Ikatlah ilmu dengan tulisan”. Lantas mengapa tidak menggunakan Medium? Beberapa hari lalu, seorang pembaca artikel saya di Medium memberi tahu bahwa artikel saya dan username saya di banned dari situs Medium. Alhasil saya membuka web Medium dan membuka profil saya, hasilnya tidak ada masalah. Masalah lantas terjadi ketika saya mencoba membuka url https://medium.com/@satyakresna di private browser atau browser dengan kondisi saya tidak login di Medium. Hasil tampilannya seperti gambar di bawah.

Not Found in Firefox

Not Found in Chrome

Semenjak kejadian tersebut, saya memutuskan untuk ancang-ancang membuat web ini sebagai alternatif Medium dan memisahkannya dari web pribadi.

Mengapa saya memilih TLD .io bukan .me atau .xyz atau .dev? Untuk TLD .dev masih belum dipublikasi ke semua pengguna (saat tulisan ini dipublikasikan), TLD .me dan .xyz tidak begitu membuat saya jatuh hati. Setelah direnungkan saya akhirnya memutuskan memilih .io dengan tiga hal. Pertama, cocok untuk membahas seputar konten teknologi. Kedua, TLD nya cuma terdiri dari dua huruf dan mudah diingat alhasil pasti user gampang mengaksesnya. Ketiga, io sendiri menurut saya berasal dari kata “Input” dan “Output” yang mana kata “Process” berada di tengahnya layaknya dunia komputasi.

Di mana saya membeli TLD .io ini? Saya membelinya di situs namecheap dengan harga mendekati 500 ribu dan harus diperbaharui pembayarannya setiap tahunnya dan strategi membelinya di bulan Desember menurut saya bagus karena akhir tahun dan dana uang pun bisa dikumpulkan. 😄

Di mana saya hosting website ini? Saya hosting di Firebase (trims Mas Yohan sudah memberi tahu via Twitter). Hosting firebase menurut saya cocok untuk static website yang saya gunakan sekarang dengan Hugo dan bandwith (mungkin istilahnya) sekitar 10GB/bulan dan penyimpanan hostingnya 1GB (sepertinya bakal lama banget buat mencapainya). Tapi, sepertinya saya harus menyiapkan plan B jika penyimpanan hostingnya sudah melampaui batas.

Apakah theme ini di “hack”? Yup, di “hack”. Yang saya lakukan mengubah font nya menjadi Overpass Mono dan menghapus font default dari theme, meningkatkan nilai accessibility, menambahkan font-display: swap. Namun, karena theme ini di “hack” saya akan dihadapkan dengan persoalan ketika theme nya ada pembaharuan.

Bagaimana cara backup tulisan? Saya mengandalkan Gitlab dengan private reponya sebagai pilihan saya.

Nilai audit di situs web.dev? Hasilnya di sini.