Gaji Software Developer Indonesia, Sebuah Opini

Maaf, mungkin di tulisan ini tidak ada alurnya karena saya bingung merangkainya dari mana.

Dua hari lalu, timeline di Twitter saya dipenuhi dengan daftar gaji beberapa software developer Indonesia per tahun. Responnya bisa dibaca di tweet pertama dan di tweet kedua.

Saya awalnya ingin berbagi, cuma saya menahan diri dan hanya melihat saja. Ya, cuma lihat saja. Mengapa saya bersikap seperti itu? Karena media sosial.

Baiklah, saya sudah bekerja di korporat sebagai web programmer dan gaji pokok saya sekitar 15 juta di tahun 2018 berdasarkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). :)

Hah? Serius? Ya, kan situ nanya gaji kan? Bukan yang lain-lain. sekitar 15 juta / 12 bulan = sekitar 1.25 juta per bulan. Tidak sesuai dengan standar UMR di daerah saya lho. Bapak saya bahkan protes ke saya terkait hal ini. He he he. Maklum, beliau tahu seluk beluk dunia kerja. Beruntung saya tidak ngekos dan masih tinggal dengan keluarga. Kalau tidak? Mampus.

Catatan: Untungnya gaji pokok saya sudah naik. Nominalnya berapa? Rahasia dan pastinya sudah melebihi standar UMR. :)

Apa itu UMR? Umaru Upah Minimum Regional.

Kalau gaji setiap jabatan di suatu perusahaan disebar hanya di lingkungan perusahaan tersebut saya pikir wajar karena sama-sama rekan kerja satu perusahaan kan? Ada kemungkinan besar mereka sudah tahu tugas dan tanggung jawab satu sama lain.

Pada akhirnya gaji itu ada sebagai upah atas jerih payah pekerjaan yang kita lakukan. Mau puluhan juta sampai miliaran rupiah per tahun, ya itu jerih payah kamu. Kalau merasa tidak cukup, cuma ada dua pilihan: cari kerjaan sampingan atau keluar dari perusahaan dan cari perusahaan baru yang bisa bayar kamu lebih dari itu.

Saya pikir wajar gaji seorang software developer per tahun mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta bahkan lebih. Kenapa? Karena tanggung jawabnya besar sekali. Jaman sekarang, hampir setiap aktivitas berhubungan dengan software. Software umumnya terkait dengan mengolah data dan mengamankan data, pengalaman dan kenyamanan pengguna saat mengggunakan software. Kalau ini tidak berhasil dijaga maka rugilah perusahaan dan kita sebagai pegawai.

Mungkin, pembaca yang tidak mengenal dengan dunia software developer akan mengira bahwa sebagian dari kami kerja cuma duduk dan cuma mengetik di depan komputer bahkan beranggapan bahwa kerjaan kami gampang.

Anda mungkin mengira bahwa sebagian dari kami lebih sering main Dota atau Pubg bahkan ngumpat kata-kata kasar saat bermain.

Anda mungkin mengira bahwa sebagian dari kami kerjaannya tidur di siang hari setelah jam makan siang dan Anda kembali bekerja setelah jam makan siang.

Umumnya, tugas kami (sangat) berat: Menerjemahkan kebijakan / kepentingan politik / bisnis proses ke dalam software dan memastikan bug seminimal mungkin atau bahkan tidak ada bug.

Bahkan kebijakan bisa berubah-ubah setiap bulan bahkan setiap tahun hingga menyebabkan tidak terjadinya standar. Hiks.

Maka mungkin sering Anda melihat sebagian dari kami buka Youtube, main game bahkan tidur siang karena kami sedang lelah dan butuh melepas penat agar kami bisa fokus kembali bekerja.

Kembali lagi ke masalah gaji. Dulu, saya sempat berpikir bahwa gaji $110k USD per tahun itu besar sekali. Ya, besar sekali kalau dibawa ke Indonesia bahkan mungkin bisa bisnis sampingan ternak lele. Tetapi, kalau dibawa ke negara Amerika itu mungkin akan dinilai biasa saja atau kecil. Kenapa? Karena standar biaya hidup di Amerika (yang saya dengar dan baca) itu tinggi. Jadi, gaji besar biasanya hampir berbanding lurus dengan standar biaya hidup.

Menurut saya, pastikan gaji sesuai dengan UMR di daerah agar bisa bertahan hidup. Kalau tidak sesuai, sebaiknya cari yang lain.

Kalau gaji kamu sebagai software developer besar (sekali), mari bersyukur dan jangan lupa sisihkan untuk ditabung agar di masa tua tidak susah dan membuat susah anak dan cucu bahkan saudara.

Kalau gaji kamu sebagai software developer besar (sekali), mari atur biaya pengeluaran per bulan, ada saatnya makan enak banget dan ada saatnya makan enak.

Kalau gaji kamu sebagai software developer besar (sekali), mari berdonasi ke proyek open source entah library atau framework yang telah berjasa membantu kamu saat membuat software.

Kalau gaji kamu sebagai software developer besar (sekali), mari berdonasi ke seseorang yang memiliki podcast atau blog yang kamu nilai memberi perspektif baru di karir atau hidupmu.

Kalau gaji kamu sebagai software developer besar (sekali), mari bersyukur dan sisihkan uang untuk memberi penghargaan ke diri sendiri dalam bentuk barang atau jasa yang bisa menghibur kamu.

Untuk pemberi kerja yang bergelut di dunia teknologi, terima kasih telah memberikan gaji yang layak kepada pegawainya dan saya berharap usahanya tetap berjalan lancar.

Sudah ah, saya mau baca “How we pay people at Basecamp”. :)

Tambahan:

  • Aku berterima kasih ke temen” yg sudah mau berbagi nominal gajinya sebagai software developer. Membuka pandanganku mulai dari pengalaman dan tugas dan tanggung jawab dibalik gaji itu.

  • Menurutku, mereka yg ingin berbagi karena ya ingin berbagi atau ingin melihat perspektif lain entah gaji, berapa lama sudah bekerja, lokasi, dsb di sesama kalangan software developer. Baiklah, aku tambahkan tweet ini dan di atas ke blog. :)