Apa Itu Indie Hacker?

Indie Hacker? Apa itu? Hacker dari India? Indiana Jones jadi hacker?

Bukan! Selama ini saya ngga tahu apa itu definisi dari Indie Hacker dan saya kadang ceplas ceplos aja ngomong kata “Indie Hacker”. Tetapi, saya punya firasat kalau Indie Hacker ini adalah sesuatu yang berbau pengembang perangkat lunak tetapi rasa Indie bukan India.

Jadi, ya saya ngga ragu buat ngomong dan nulis kata “Indie Hacker” di media sosial.

Tapi, kalau saya tidak tahu makna sebenarnya akan jadi gawat di kemudian hari. Lantas apa itu Indie Hacker?

Indie Hacker berasal dari dua kata yakni “Indie” dan “Hacker”.

Kata Indie berasal dari kata Independent yang berarti bebas atau independen dan mandiri.

Hacker berarti seorang yang mengoprak-ngoprek komputer entah perangkat keras atau lunak. Aktivitas yang dilakukan oleh hacker biasanya menambah atau menambal sulam sesuatu di dalam komputer.

Silakan tonton video dari Pak Budi Rahardjo tentang Apa Itu Hackathon?.

Dari sini saya mengambil definisi bahwa Indie Hacker adalah seorang yang mengoprak-ngoprek komputer yang dilakukan secara independen dan mandiri. Saya berpendapat kalau Indie Hacker ini adalah seorang saja alias petarung tunggal.

Kenapa saya bahas Indie Hacker ini? Saya mendengar kata “Indie Hacker” ini dari Podcast Ceritanya Developer yang digawangi oleh mas Riza Fahmi. Di episode podcast tersebut, mas Riza mewawancarai mas Yohan tentang kesehariannya saat menjadi seorang Developer Relation di Chrome.

Di menit pertengahan mas Yohan membahas tentang Startup dan Indie Hacker. Lalu, seingat saya mas Yohan cukup jenuh untuk melakukan mentoring Startup dan lebih senang membantu Indie Hacker. Lho kenapa begitu ya? Dengarkan ceritanya di episode devs[1][6] = Yohan Totting.

Sebenarnya saya sudah sering mendengar kata Indie Hacker berkali-kali. Cuma karena ada kata Startup dan Indie Hacker akhirnya saya putuskan buat artikel ini.

Setelah mendengar alasan dari Mas Yohan, saya melihat diri saya kembali sebenarnya saya mau ngapain sih? Apakah saya mau bantu teman buat startup atau menciptakan startup? Atau saya ingin petarung tunggal membuat sesuatu secara mandiri dan independen?

Saya sudah dua kali membantu teman membuat startup dan dua-duanya. Startup pertama gagal karena saya dan tim kurang gas terhadap ide kami. Sempat kamu bolak-balik alur bisnis yang mana yang tepat untuk startup pertama ini. Startup kedua gagal karena calon pelanggan tidak mau membayar layanan kami karena kami dicurigai sebagai penipu. Kenapa? Karena rekening penerimanya adalah atas nama teman saya bukan nama startup kami.

Saya masih berpikir bahwa sebagian orang membuat startup untuk keren-kerenan dengan gelar CEO, CTO, COO, dan C di awal dan O di akhir. Kemudian, saya masih berpikir bahwa sebagian orang membuat startup di awal untuk mencari pendanaan dari investor padahal produk masih belum mantap untuk diberikan banyak orang.

Pada akhirnya saya berpikir “startup” itu cuma istilah keren yang mana arti dalam bahasa Indonesianya adalah bisnis rintisan. Kamu dan saya merintis sebuah bisnis, cuma capeknya harus networking dan cari dana dari investor. Hmm, capek. Ini argumen saya ya dan saya tidak menerima perlawanan.

Saya berharap agar dua asumsi di atas bisa lenyap dengan sendirinya.

Lalu, saya berpikir bisakah istilah “startup” ini dihancurkan dan mari jujuran saja pakai kata bahasa Indonesia yakni “bisnis rintisan” atau “merintis bisnis”? Atau kalau mau halus kita pakai dengan kata “project pro bono alias project cuma-cuma (bisa buang waktu tenaga bahkan duit)".

Kata “startup” dan “teknologi” tidak bisa dipisahkan di era sekarang

Saya kagum dengan cerita Basecamp di buku berjudul “Rework”. Kalau tidak salah di buku itu mereka bercerita bahwa mereka membuat Basecamp di awal untuk proyek manajemen perangkat lunak dan mereka mendapat umpan balik yang bagus sehingga mereka memutuskan untuk menjadikan ini bisnis.

Namun, uniknya di buku ini menjelaskan bahwa Basecamp tidak memiliki investor sama sekali dan tidak mencari pendanaan ke investor. Terus dari mana mereka dapat uang? Dari bisnis mereka sendiri yakni alat buat manajemen proyek perangkat lunak. Di sinilah saya melihat sebuah independen, mandiri dan tidak berhutang (tidak berhutang uang ke investor) dari Basecamp.

Saya pikir buku “Rework” layak dibaca jika ingin merintis sebuah bisnis berbasis teknologi.

Di pertengahan saat saya terlibat dalam proyek startup saya sempat ragu.

Apakah ini benar-benar yang saya inginkan?

Apakah ini benar-benar yang saya inginkan?

Apakah ini benar-benar yang saya inginkan?

Karena sejatinya saya melihat diri saya sebagai peneliti. Meneliti sesuatu bagaimana ini bekerja dan bagaimana cara saya membuat sesuatu dari sesuatu itu.

Nah lho bingung kan? Ha ha ha.

Gelar saya masih diploma tetapi ngayal bagai peneliti. Wkwkwkwkwk. Tapi, ngga harus punya gelar kan buat jadi peneliti? Setiap orang bisa jadi peneliti. Ha ha ha ha.

Akhirnya, setelah dua kali gagal. Saya memutuskan untuk menjadi Indie Hacker yang menyelesaikan masalah saya sendiri dan kalau beruntung menyelesaikan masalah orang sekitar.

Saya harus benar-benar suka dan cinta dengan ide yang dibuat dan mengerahkan semuanya untuk mengeksekusi ide tersebut.

Jika konten ini bermanfaat, silakan: