Web Devs, Chrome bukanlah standar. Tapi, …

image

Courtesy: outdatedbrowser.com

Jika Anda seorang web programmer/developer, punya Twitter, mengikuti para engineer atau software developer yang bekerja di browser vendor maka Anda akan tahu apa yang akan saya bahas.

Sekitar tahun lalu, terjadi perbincangan hangat di mana produk sekelas Airbnb, Groupon dan Google meet sempat menjadi bulan-bulanan oleh penggunanya dikarenakan beberapa fitur yang mereka gunakan hanya didukung oleh Chrome. Hal ini tentunya menjadi momok bagi pengguna karena browser pilihan yang digunakan bukan cuma Chrome seperti Firefox, Safari, Opera, Edge, dan lain-lain.

[](https://twitter.com/AirbnbHelp/status/752829250198245376?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E935173698046214145&ref_url=https%3A%2F%2Fthenextweb.com%2Fdd%2F2017%2F11%2F28%2Fplease-build-websites-web-not-just-google-chrome%2F) Airbnb memberi pernyataan bahwa hanya mendukung Google Chrome secara keseluruhan dan hanya mengoptimasi webnya di Chrome saja di tahun 2016.

[](https://twitter.com/GrouponHelpUS/status/934896721842225152?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E934896721842225152&ref_url=https%3A%2F%2Fthenextweb.com%2Fdd%2F2017%2F11%2F28%2Fplease-build-websites-web-not-just-google-chrome%2F) Groupon hanya mendukung dan fokus pada optimasi webnya di Chrome browser di tahun 2017.

[](https://twitter.com/jensimmons/status/989227545051779072) Google meet tidak bekerja pada browser lain seperti Firefox di tahun 2018.

Lantas apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Jika saya mengambil dugaan kira — kira menjadi tiga:

  1. Jumlah pengguna browser Chrome di dunia baik mobile maupun desktop lebih besar daripada browser vendor lainnya.
  2. Sebagian besar web developer atau programmer lebih familiar dengan developer tools di Chrome dibandingkan browser vendor lainnya. Catatan: developer tools Opera desktop sama persis dengan Chrome karena mereka menggunakan engine Chrome.
  3. Chrome (hampir tapi tidak semua) dilengkapi API yang modern dan dibutuhkan oleh oleh para developer untuk meluncurkan fitur yang dibutuhkan oleh pengguna.

Lantas bagaimana solusi agar fitur — fitur website kita didukung oleh beberapa varian browser vendor? Mungkin yang terlintas dibenak saya adalah menggunakan polyfill yang disediakan seperti Web Components yang sedang digalakkan oleh para browser vendor agar fitur” yang ada didalam Web Components dapat didukung browser vendor tanpa ketergantungan polyfill.

Apakah Anda punya pendapat lain web dev terkait cara menanggulangi fitur web yang hanya mendukung satu atau dua browser?

Referensi

  1. Please build websites for the web, not just Google Chrome (https://thenextweb.com/dd/2017/11/28/please-build-websites-web-not-just-google-chrome/).
  2. Chrome is Not the Standard (https://www.chriskrycho.com/2017/chrome-is-not-the-standard.html).
  3. Outdated browser (http://outdatedbrowser.com/en).